Dibalik Keripik Pedas Yang Mengoda

Ada benarnya loh postingan Balad Abah yang bernama Yashintya ini, tidak semua keripik pedas layak untuk kita konsumsi, sangat banyak sekali keripik pedas yang Aspal/Abal-abal yang dijual di pasaran.

Berikut Postingannya :

Siapa sih yang gak pernah mencicipi keripik singkong dengan sensasi pedasnya yang menggoyangkan lidah? Hmm, sepertinya, makanan itu kini telah menjadi makanan yang sangat menjamur dimana-mana, tentunya dengan berbagai merek yang bermacam-macam juga. Wah, sepertinya, cita rasanya yang menarik itu telah cukup menghipnotis sebagian besar manusia ya? 

Dibalik keripik singkong rasa pedas yang dielu-elukan itu, ternyata tidak menjamin ke-sterilan dan juga keamanan dari produk makanan itu. Rasanya yang enak, tidak menjamin didalam pembuatannya menggunakan bahan-bahan dan cara yang aman dan sehat. Beberapa minggu yang lalu, salah satu stasiun TV swasta Indonesia, (untuk melihat videonya silahkan klik icon video di paling bawah artikel ini) menayangkan tentang proses pembuatan keripik singkong pedas itu di sebagian besar produsen keripik singkong pedas tentunya. Ternyata, dalam proses pembuatannya, mereka menggunakan balsam dan pewarna tekstil! Berikut beberapa tahap cara pembuatan keripik singkong pedas yang berhasil saya kutip:
Singkong dipotong-potong.
Singkong digoreng, dan dalam proses penggorengannya, mereka menggunakan minyak goreng yang sama setiap harinya, tanpa diganti! Bisa dibayangkan kan betapa hitamnya si minyak goreng, dan betapa kotornya itu? *Belum lagi kalau malam hari saat minyak itu dibiarkan tergenang didalam wajan, bisa aja ada cicak yang nemplok atau buang air disana!*
Singkong dikeringkan.
Singkong diberi bumbu cabai untuk memberikan rasa pedas, dan bumbu cabai itu, ternyata dibuat dari cabai-cabai busuk yang suka ada di tempat-tempat sampah pasar, karena tidak laku lagi dijual! Bumbu cabai itu juga mengandung pewarna tekstil merah untuk menciptakan warna yang menarik.
Setelah itu, singkong itu disemprotkan balsam, untuk menambah cita rasa pedas!
Untuk pengawet, mereka biasa menggunakan pengawet alami, yaitu garam. Tapi, kalau garam lagi mahal harganya, mereka akan nekat menggunakan pengawet buatan ke dalam makanan yang mereka buat.
Hal diatas itu semua dilakukan semata-mata untuk memperkecil pengeluaran mereka dalam memproduksi makanan, tentu saja ini merupakan dampak dari naiknya harga-harga kebutuhan pokok.

Nah, kalau sudah tau seperti apa yang ada di balik ‘Si Keripik Singkong Pedas’ itu, apa masih mau mengkonsumsinya?

Ets, tapi jangan berburuk sangka dulu! Tidak semua produsen berlaku curang. Masih ada kok produsen yang punya cara untuk mengakali makanan produksi mereka agar tidak membahayakan konsumen. Mereka tentu saja tidak memakai balsam atau pewarna tekstil dalam makanan mereka. Tapi, tentu saja, semua yang sehat, pasti mahal harganya. Dan itu merupakan konsekuensi para konsumen untuk menjaga kesehatan mereka sendiri.


[sumber: http://www.punyatya.wordpress.com] 

Gak salah berarti kalau Balad Abah pilih Keripik Pedas KARUHUN. Dijamin AMAN, ENAK dan HALAL, karena Keripik KARUHUN telah memiliki Legalitas Lengkap. Tidak Mudah loh memiliki Legalitas seperti ini...Standar dan Mutu sangat diutamakan.
http://www.berita.keripikkaruhun.com/2014/11/pabrik-karuhun-by-keripik.html



 

Welcome In Karuhun Center

Kepada Yth :

Calon Reseller Baru

Silahkan daftarkan diri anda terlebih dahulu di panel register sebelah kanan ini, isi formulir yang telah disediakan, lalu tunggu konfirmasi dari kami. Selambat-lambatnya 2x24 jam

Mau jadi reseller? Daftar sekarang

Atau mau tanya-tanya dulu?

Hubungi via :

TELP/SMS : 0813.2000.5566

Alamat kami : Klik Disini